Tuntunan Menghitung Kembali Diri Sendiri (Muhasabah)

 Muhasabah adalah salah satu perilaku yang penting namun kadang banyak dilupakan. Muhasabah adalah kegiatan untuk menilai diri sendiri. Kegiatan ini tentu saja menurut  KH. Ma’ruf Khozin. Direktur Aswaja Center PWNU Jatim, merupakan kegiatan yang sangat dianjurkan dalam Islam.

KH. Ma'ruf Khozin kemudian menjelaskan bahwa anjuran tersebut tertuang dalam Al-Qur'an Hadits, seperti di bawah ini


- Ayat Al-Qur'an

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ 

 (Al-Ĥashr: 18) - "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

- Hadis Nabi

ﻋﻦ ﺷﺪاﺩ ﺑﻦ ﺃﻭﺱ، ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﻗﺎﻝ: «اﻟﻜﻴﺲ ﻣﻦ ﺩاﻥ ﻧﻔﺴﻪ ﻭﻋﻤﻞ ﻟﻤﺎ ﺑﻌﺪ اﻟﻤﻮﺕ، ﻭاﻟﻌﺎﺟﺰ ﻣﻦ ﺃﺗﺒﻊ ﻧﻔﺴﻪ ﻫﻮاﻫﺎ ﻭﺗﻤﻨﻰ ﻋﻠﻰ اﻟﻠﻪ»

Dari Syaddad bin Aus bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: "Orang yang cerdas adalah orang yang berfikir tentang dirinya dan berbuat untuk hal-hal setelah kematian. Orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan memiliki harapan kepada Allah" (HR At-Tirmidzi, ia mengatakan Hasan)

ﻭﻣﻌﻨﻰ ﻗﻮﻟﻪ: ﻣﻦ ﺩاﻥ ﻧﻔﺴﻪ ﻳﻘﻮﻝ ﺣﺎﺳﺐ ﻧﻔﺴﻪ ﻓﻲ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﻳﺤﺎﺳﺐ ﻳﻮﻡ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ 

Maksud hadits "berfikir tentang dirinya" adalah memeriksa dirinya sendiri di dunia sebelum diperiksa di akhirat

- Atsar Ulama

Imam At-Tirmidzi menyampaikan 2 riwayat Atsar berikut di dalam kitab Sunan-nya:

" ﻭﻳﺮﻭﻯ ﻋﻦ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ اﻟﺨﻄﺎﺏ، ﻗﺎﻝ: " ﺣﺎﺳﺒﻮا ﺃﻧﻔﺴﻜﻢ ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﺗﺤﺎﺳﺒﻮا، ﻭﺗﺰﻳﻨﻮا ﻟﻠﻌﺮﺽ اﻷﻛﺒﺮ، ﻭﺇﻧﻤﺎ ﻳﺨﻒ اﻟﺤﺴﺎﺏ ﻳﻮﻡ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺣﺎﺳﺐ ﻧﻔﺴﻪ ﻓﻲ اﻟﺪﻧﻴﺎ 

Diriwayatkan bahwa Umar bin Khattab berkata: "Periksalah diri kalian sebelum kalian diperiksa (di akhirat). Siapkan kalian untuk peristiwa besar. Pemeriksaan di hari kiamat akan terasa ringan bagi seseorang yang telah memeriksa dirinya sendiri di dunia"

ﻭﻳﺮﻭﻯ ﻋﻦ ﻣﻴﻤﻮﻥ ﺑﻦ ﻣﻬﺮاﻥ، ﻗﺎﻝ: «ﻻ ﻳﻜﻮﻥ اﻟﻌﺒﺪ ﺗﻘﻴﺎ ﺣﺘﻰ ﻳﺤﺎﺳﺐ ﻧﻔﺴﻪ ﻛﻤﺎ ﻳﺤﺎﺳﺐ ﺷﺮﻳﻜﻪ ﻣﻦ ﺃﻳﻦ ﻣﻄﻌﻤﻪ ﻭﻣﻠﺒﺴﻪ»

Diriwayatkan bahwa Maimun bin Mihran berkata: "Seseorang tidak disebut sebagai orang yang bertakwa hingga ia introspeksi dirinya sendiri seperti ia memeriksa sejawatnya, dari mana makanan dan pakaiannya?"





Posting Komentar

0 Komentar